Taker & Giver

April 03, 2014

Lagi buka file file lama, aku nemunin tugas ini. Tugas manajemen umum waktu semester 2 dulu kalo gasalah. 
Ga nyangka waktu cepet banget berjalan, udah setaun boo' hehehe. Dan berhubung tugas ini ga ditulis di kertas yang bakal hilang ditelan waktu *eaa , aku bisa copas isinya ke blog ini. ^^

Rangkuman Radio 95.9 Fm
27 Mei 2013
Taker And Giver

Adalah materi yang di angkat dalam siaran radio Senin 27 Mei 2013. Dimulai dari cerita singkat mengenai hewan Sapi & Babi yang saling bercakap.
Babi : Pi (Sapi) , kenapa semua orang suka padamu, bahkan sampai ada juga yang memujamu. Sementara lihat aku , dibenci bahkan banyak orang yang memaki menggunakan namaku.
Sapi : Bi (Babi) , itu sebenernya sederhana. Lihatlah , engkau memeberikan setiap hari hanya diam, tidur, duduk, bermalas-malasan. Untuk makan , engkau meminta sepanjang hidupmu & hanya bisa memberikan dirimu setelah kau mati.
Sedangkan aku memberikan diriku sejak aku masih hidup , aku memberikan susuku, dagingku. Itulah yang membuat orang lain lebih menghargaiku.


Dari cerita singkat tersebut saya sangat impressed , benar sekali apa yang dikatakan si Sapi. Pertama adalah bagaimana kita sebagai manusia harus berusaha menjadi orang yang baik, dan itu bisa kita wujudkan dengan menjadi seseorang yang berguna & ada untuk orang lain sehingga pada saatnya kita akan memperoleh hal yang sama dari orang lain. Dan berusaha sebisa mungkin untuk tidak melakukan hal hal yang digambarkan oleh si Babi, bermalas-malasan, bertopang dagu dan hanya menunggu serta meminta dari orang lain tanpa mau memberi dulu.

Lanjut , ada quote : Hidup harus take and give Jangan hanya menjadi orang yang take take take saja. (y)

Lanjut, ada cerita tentang seseorang berumur 37 tahun yang hidup dengan ibunya. Dimana ibunya hanya perduli dengan gaji(pendapatan) anaknya. Selalu mengeluh ttg kekurangan uang bahkan ketika anaknya sakit dia memarahi anaknya karena tidak bisa bekerja.
Ibu tersebut adalah salah satu contoh orang take.

Lanjut, ambil satu kertas & tarik garis tengah untuk klasifikasi orang-orang disekitar kita sebagai taker / giver. Siapa saja yang masuk taker ? Siapa yang masuk giver ? Dari sini bukan kita memilih teman-teman, namun dalam hal ini diperlukan untuk kita agar lebih waspada dalam lingkungan interaksi sehari-hari.

Menurut saya , memang setiap orang terlahir & tumbuh dengan karakteristik yang berbeda beda , dan bisa saja mereka lebih mempunya bibit taker yang besar pada dirinya. Karena itu, termasuk susah untuk kita menyalahkan / merubahnya. Kita tidak bisa merubah orang lain, namun kita bisa merubah diri kita sendiri agar bisa beradaptasi dan membuat kita bisa berhadapan dengan orang orang berenergi taker sehingga tidak membuang / menghabiskan energi kita untuk orang orang tsb.

Lanjut, adalah ciri ciri orang dengan energi taker & giver :
Taker à Biasanya kalau ke kantor tidak tersenyum , kritik sana sini , never thankful (tidak, susah berterimakasih) , orang yang egois , center of point adalah dirinya sendiri. Dia menuntut perhatian dari orang lain tetapi dia tidak melakukan sebaliknya. Dia mental pengemis. Dia melemahkan semangat(menyedot semangat ) , dia melihat orang lain sebagai sapi perah (melihat sbg object).
Giver à Orangnya thankful , apresiatif , merasa diberkati dengan kehadiran orang seperti ini, care , dia tahu bahwa orang lain juga perlu kebutuhan, donatur , peduli kepada orang , fun to be around , tidak memandang lain sbg object.

Lanjut , batasan energi taker & giver :
Giver --> kita bisa merasakan bahwa orang ini tulus & konsisten , dan ketika ngomong & interaksi kita punya six sense untuk merasakannya
Sedangkan untuk orang denga Taker , menghadapi orang sepeti itu ukannya kita harus merasa kesal & tertanggu. Sebenarnya kita harus menimbulkan rasa kasihan pada mereka yang  kebanyakan adalah orang bermasalah sehingga mereka merasa tidak aman , kekerdilan ini yang membuat mereka menjadi taker.

Sebenarnya ini tidak luput dari bagaimana proses seseorang itu tumbuh , jika dia dididik dan tumbuh dengan contoh serta lingkungan orang  orang giver maka seseorang itu kebanyakan akan menjadi seorang giver juga. Serta sebaliknya pada orang yang tumbuh , dididik & mendapat contoh dari orang & lingkungan dengan energi taker, maka dia akan menjadi seorang taker.
Namun, itu semua tidak pasti. Seorang taker juga bisa menjadi giver serta sebaliknya. Tergantung bagaimana orang tesebut membawa dirinya.

Tidak perlu dia berada di posisi apapun untuk dia menempati di semua posisi

Contoh orang dengan energi  give dalam hidupnya :
Seorang penulis Wendy Pause , “The Last Lecture” yang mederita kanker pankreas. Kebanyakan orang lain akan mengeluh tapi dia berfikir apakah hal terkahir yang bisa dia berikan kedunia. Dia di sisa hidupnya malah mewariskan semua ilmunya kedalam buku

Pak Tirta on the phone --> Selama ini sy pikir semua orang giver kepada sesamanya , namun yang diberikan positive & negative . Ibarat itu sebagai hadiah , dalam hati itu kita bisa nerima atau tidak . Jika tidak maka hadiah itu bukan untuk kita lagi.


Terakhir , Jika kamu merasa apa yang kamu berikan / give to others tidak mendapat respon . jangan pernah berhenti untuk terus melakukan give & melakukan kebaikan karena disini hukum alam berlaku J

You Might Also Like

0 komentar