My Journey : Become Staff at one of the Biggest Bank in Indonesia (3)
Agustus 05, 2018
Hi!
Still talk about my journey to become staff at one of the biggest bank in
Indonesia. Kali ini agak panjang , aku akan melanjutkan cerita mengenai tahap
perekrutannya sampai selesai ya xD
Go on...👐
6.
Tahap Interview HRD
Sebelum masuk ke interview HRD, aku out of topic sebentar. Hehe.
Jadi.... sebenernya sewaktu aku mendapat panggilan psikotes pertama kali,
aku sudah bukan pengangguran. Waktu itu awal Mei, dan lagi bokek. Butuh banget
kerja, apalagi menjelang lebaran xD. Haha. Temenku nawarin kerja sebagai admin
di salah satu perusahaan pengiriman paket yang lagi up *tidak sebut merk, di
Surabaya. Yasudah, akhirnya aku masuk dan kerja disitu. Nyambi saja kupikir.
Sedangkan untuk Bank B ini aku mengikuti Seleksi Kota Malang, sudah
kusinggung sebelumnya ya :p dan untungnya jadwal tes di Bank B ini selalu
bisa dikondisikan dengan kerjaanku. Termasuk tahap interview HRD ini.
Aku read email pengumuman lolos dan panggilan interview HRD waktu itu hari
senin pagi. Sedangkan email dikirim Jumat sebelumnya, dengan catatan harus
memberi konfirmasi kedatangan paling lambat hari Sabtu. Jedieerr banget kan pas
bacanya >.<
Tapi lagi lagi, mungkin karena memang sudah rejeki, dari 6 orang peserta
yang lolos ke tahap ini, aku adalah peserta nomor 6 alias yang terakhir di
interview. Jadwal interviewku 15.30. Aku langsung telepon ke Bank B pagi itu.
Menanyakan apa masih bisa konfirmasi kedatangan hari H. Aku ditanya posisiku
apa di Malang ? Ku iyain >< , aku ngeboong ding hehe, dan untungnya lagi
masih boleh datang karena jadwal interviewku juga yang paling sore. *sujudsukur
Disitu, aku langsung kelabakan, nyiapin tetek bengek, dan akhirnya otw
pulang ke Batu. Aku PP Batu∞SBY bawa motor loh xD.
Sesampai dirumah, aku mengisi berlembar lembar form yang harus dilengkapi
untuk maju ke interview HRD. Di form itu, kita diminta untuk menjelaskan
tentang diri kita. Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan kita. Kemudian,
aku ingat sekali, di isian form paling akhir, kita diminta untuk menilai diri
kita saat ini, apakah kita sudah puas dengan pencapaian yang ada.
Lanjut cerita, akhirnya aku bisa ke tahap interview HRD ini dengan selamat
sentosa :D.
Di tahap ini, aku ingat bertemu dengan ibu H, disitu beliau selaku pegawai
dari kantor pusat yang bertugas untuk rekruitment. Dari awal si ibu udah kasih
intro, jangan anggap ini sebagai interview, tapi lebih ke sharing dan ngobrol
saja. Dibuat santai saja.
Baiklah kupikir ^^ , hampir mengulang seperti di interview psikologi, aku
banyak menceritakan tentang kerjaan ku di perusahaan sebelumnya. Tapi bedanya,
disini aku ditanyai mengenai latar belakang keluarga juga penjelasan mengeani
jawaban yang sudah kutulis di form sebelumya.
Akhir interview, diinfokan dari si Ibu, untuk pengumuman lolos kurang lebih
1 bulan. Ditunggu saja katanya. ^^ Aku positive thinking banget pas selesai
tahap ini.
Dan memang iya, selang semingguan aku dikabari lagi bahwa aku lolos
interview HRD, dan harus bersiap untuk tahap selanjutnya, yaitu Tahap Interview
User.
7.
Tahap Interview User
Aku dapat info lolos ke tahap ini juga dengan kondisi yang enggak banget.
Kalau sebelumnya karena aku telat buka email, kali ini karena aku gak isi
paketan internet. Bodoh banget ya. Haha.
Jadi, tahunya itu pas aku lagi rehat perjalanan Sby-Batu. Di depan alfamart
sambil ngopi, aku aktifin HP ku yang udah seharian airplane mode. Eng ing eng~
~ ~ ada miscall beberapa kali dari nomer ga dikenal (nomer kantor ternyata) ,
miscall dari nomer HP ga dikenal (atasanku ternyata), sama ada sms. Haha
Jadi yang telponin itu adalah Bapake, alias User yang akan menginterviewku.
Beliau ternyata sudah chat & tlp whatsapp sebelumnya, tapi gak ke respon.
Baru kurespon ya lewat sms itu. >3< Silly me 😣
Singkat cerita, hari dimana aku interview user, ketemu Bapak, aku diminta
kasih liat kerjaanku di tempat sebelumnya bentuknya seperti apa. Secara ketemu
orang teknis ya. Jadi disitu, aku bawa laptop dan ngebuka program-program lama
yang pernah aku buat. Terus ditanya alasan kenapa resign, aku bilang kalau gak bisa
nabung. Salary abis buat daily cost. Beliau paham :’) .
Lanjut, bisa dibilang tes tahap ini adalah yang paling menantang. Setelah
ngobrol2, kupikir cukup cuma sampai disitu..ternyata tidak dong. Bapak kasih
PR. Buat program. Programnya harus baca data dari .txt , trus masuk ke
database. Kelihatannya simple, tapi yang bikin masalah adalah format .txt nya.
Satu baris data itu terdiri dari 2 line di .txt nya. Hehe, intinya begitulah
ya..
Dan untuk target waktunya, beliau bilang terserah kita. Tapi sebaiknya
harus cepat. Waktu itu interview hari Kamis, aku bilang Senin bisa jadi. Doi
seneng dong denger jawabannya. xD
Senin, aku udah datang dengan bawa program setengah jadi. Hehe, tampilannya
juga B banget. Tapi waktu sampai, ternyata Bapak lagi tugas ke Kediri. Akhirnya
diundur sampai Senin depannya.
Senin depannya, ketemu beliau, dan pas liat, nggak terlalu sesuai harapan,
tampilannya jelek, ada error pula pas dikasih inputan data lain. Tapi aku
dikasih waktu buat memperbaiki, lagi lagi terserah mau berapa lama. Aku bilang
besok aku balik lagi.
Dan mau gak mau... aku begadang sampe jam 4 pagi benerin program itu. Dan
alhamdulillah, ilmu kepepet itu memang luar biasa hehehe. Programku siap.
Selasa, ketemu beliau lagi. Pas lihat, orangnya seneng. Udah cocok.
Dimasukin contoh inputan data lain, programku ga error dong. Akhirnya beliau
bilang kalau doi udah setuju. Alias udah ngelolosin. Tinggal nanti akan
disampaikan ke Manajemen.
Pada akhirnya, semua keputusan perekrutannya akan dikembalikan ke Manajemen.
Tunggu saja kabar selanjutnya. Begituuu..
8. Medical Check-Up
Sebelum ada panggilan dari bagian PSDM yang menyatakan aku lolos dan
diminta untuk ke kantor lagi, aku bener bener harap harap cemas. Karena yang
biasanya semingguan udah ada kabar, di fase nunggu ini sampai seminggu lebih
masih gaada kabar. Dan di fase ini juga aku memutuskan resign dari kerjaan
adminku di SBY. Gambling banget pokoknya. Waktu itu aku mikir, kalau keterima
Bank B ini berati emang rejeki banget. Kalau engga ya aku pengangguran dan
mesti cari kerjaan baru lagi.
Sekitar 2 minggu kurang setelah interview user, akhirnya ada panggilan dari
bagian PSDM. Aku ke kantor Bank B lagi, dan disana aku bertemu Ibu I. Beliau
memberi surat pengantar untuk melakukan tes medical check up di Lab Prodia
Malang. Beliau juga memberi tips sebelum check up biar hasilnya bagus. Seperti
minum susu bear brand, trus banyakin air putih dll. Baik banget pokoknya :’)
Untuk proses medical checkup nya sendiri menurutku standar. Pertama darahku
diambil. Terus tes mata, gigi, telinga. Tinggi badan, berat badan diukur.
Ronsen dada. Dan tes urine.
Setelah medical check up, kembalilah aku ke fase yang paling tidak menentu.
Fase Menunggu... dan terus menunggu... sampai sekitar 2 minggu. Hehe.
Waktu itu aku lagi tidur siang, haha *pengangguran banget . Tiba2 ada ibuku
ngebangunin sambil heboh gitu ‘ini ini ada ibu dari Bank B telepon ini’ . Aku
yang shock setengah sadar akhirnya angkat telepon. Dan dari situ Ibu I
menjelaskan, bahwa hasil lab ku sudah keluar, dan semuanya baik baik saja,
kecuali 1. Tingkat alergiku tinggi banget. 🙈🙈
Lagi lagi, karena udah rejekiku, tingkat alergiku yang tinggi itu tetap
dapat diterima dengan catatan ada pendampingan surat dari dokter spesialis yang
menerangkan bahwa dengan adanya alergi tidak akan mempengaruhi kinerjaku di
perusahaan.
Malamnya aku langsung ke dokter spesialis penyakit dalam. Aku diperiksa dan
akhirnya surat dokternya keluar. Hehe. Besoknya aku langsung cus ke kantor Bank
B buat nyerahin surat dokternya ke Ibu I. Dan disitu beliau bilang untuk
menunggu lagi, nanti dari beliau akan telepon lagi untuk datang dan tanda
tangan kontrak kerja.
Dan... aku tahu disini bahwa aku sudah menyelesaikan semua tahap perekrutan
di Bank B ^^ . wohoo.

0 komentar