Sabtu Bersama Bapak By Adhitya Mulya
Agustus 12, 2015
" Ini adalah sebuah cerita. Tentang
seorang pemuda yang belajar
mencari cinta. Tentang seorang pria
yang belajar menjadi bapak dan
suami yang baik. Tentang seorang
ibu yang membesarkan mereka dengan
penuh kasih, Dan..., tenang seorang
Bapak yang meninggalkan pesan dan
berjanji bersama mereka. "
Hola! Setelah sebelumnya bahas tentang buku Dilan Bagian 2, rasanya jadi pingin bahas buku ini juga. Masih salah satu buku favoritku diantara banyak tumpukan dan gundukan buku buku di kamar - yang sudah dan belum terjamah - hoho. Sabtu Bersama Bapak rasanya memang cocok sekali dibaca waktu senggang sambil ditemani teh manis panas di cangkir putih kecil dan biskuit coklat renyah *ah apasih*seorang pemuda yang belajar
mencari cinta. Tentang seorang pria
yang belajar menjadi bapak dan
suami yang baik. Tentang seorang
ibu yang membesarkan mereka dengan
penuh kasih, Dan..., tenang seorang
Bapak yang meninggalkan pesan dan
berjanji bersama mereka. "
Sabtu Bersama Bapak rasanya menjadi satu satunya novelku yang berisi tentang Parenting, Family & Relationship. Dan itu bagus :)
Sosok Bapak disini menurutku sangat hebat. Dia tahu bagaimana memulai dan membangun sebuah keluarga yang hangat dan tetap bisa menuntun anak anaknya, Satya & Cakra, untuk tumbuh dalam bimbingan Bapak nya, walaupun sang Bapak sudah tidak ada di dunia - Dengan merekam semua petuah nya didalam video untuk diputarkan tiap Sabtu oleh Ibu sebagai waktu nya bersama Bapak -
Anak tertua Satya, sudah menjadi Bapak, memiliki istri & 3 anak. Satya yang anak tertua & tumbuh besar tanpa Bapaknya, secara tidak langsung menjadikan dia sosok yang keras terhadap keluarganya sendiri. Dari hal hal kecil bisa membuatnya marah besar, seperti nilai matematika anaknya yang jelek atau masakan istrinya yang tidak terlalu cocok di lidahnya.
Tapi dari semua kekurangannya itu, akhirnya Satya bisa tahu bagaimana menjadi suami dan bapak yang baik bagi istri dan anak anaknya. Contohnya seperti dia yang harus maklum dan tidak menuntut rumah untuk selalu bersih ketika di rumah hanya ada istri dan 3 anak nya yang masih kecil & seperti bagaimana dia menghargai usaha istrinya untuk membuatkan makanan.
"I can't ask for a better you. You, however, deserve a better me."
Kemudian Cakra, yang sampai lumayan berumur, dia masih belum bersanding dengan siapapun. Bukannya tidak mau, dia sedang menyiapkan semua yang terbaik untuk bekal memulai keluarga. Dan mecari dan memilih pasangan yang terbaik pula. Seperti yang diajarkan bapaknya.
Ada bagian yang menurut saya menarik di buku ini, percakapan Ibu dan Cakra :
"Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat"
"Iya, sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat! Mamah tau itu, Bapak juga dulu, gitu."
Atau ketika Cakra sedang bercakap dengan Ayu :
"Membangun sebuah hubungan itu butuh dua orang yang solid. Yang sama-sama kuat. Bukan yang saling mengisi kelemahan.
Karena untuk menjadi kuta adalah tanggung jawab masing-masing orang. Bukan tanggung jawab orang lain"
Dan akhirnya, ketika Cakra mendapatkan tambatan hatinya & dia memutuskan untuk menikah dengan pilihannya.
"Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan. Saya pilih kamu. Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.
Percayakan hidup kamu sama saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan bathin. Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu, baktimu sekarang pada saya.
Banyak laki-laki yang saat menikah tidak tahu bahwa mereka meminta ini, banyak juga laki-laki yang bahkan kemudian hari, mencederai tiga hal ini"
So sweet & mantab sekali kan, ketika bayangin ada laki-laki semacam Cakra berucap seperti itu pada saat melamarmu. Dan lagi.. rasanya harga buku ini tidak seberapa dibanding cerita dan pelajaran yang bisa diambil.
Yaah... begitulah sedikit bahasan tentang Sabtu bersama Bapak& beberapa quote yang cukup menarik menurutku. :D
Nyesel beli ?
Enggak lah.....!! ^^


0 komentar