My Journey : Become Staff at one of the Biggest Bank in Indonesia (1)
Agustus 02, 2018
Heol ! Almost a year im
not into this blog. Dan memang, bukan tanpa sebab. Setahun kemarin ini adalah
masa peralihanku. Haha. Banyak hal yang sedang kuperjuangkan, pun juga
kutinggalkan.
Mengawali tulisan
pertamaku di tahun 2018 ini, aku akan menceritakan bagaimana pengalamanku
sampai akhirnya bisa menjadi karyawan tetap di sebuah bank swasta (Bank B)
terbesar di Indonesia.
Apa saja tahapan, ujian,
rintangan yang membentang yang harus kulewati untuk itu ? Haha *ini lebay.
This is it !
1.
Intermezzo
Setelah lulus SMK, aku
langsung bekerja dan kuliah di Tangerang. Bulan November 2016 aku resmi S1. Dan
di awal tahun 2017, aku mengajukan pengunduran diri. Awal April 2017 aku resmi
menjadi berhenti dari pekerjaanku yang lama dan pulang balik ke Malang. Setelah
sebulan menjadi pengangguran, aku akhirnya mulai gercap cari kerja. Lebih
memilih mencari kerja online, aku apply ke begitu banyak perusahaan. Salah satunya
adalah Bank B ini.
2.
Panggilan Awal
So, aku masuk ke Bank B
melalui apply langsung di web karir nya. Waktu itu banyak posisi yang
ditawarkan, dan yang kupilih adalah posisi MT IT, yang dipenjelasannya waktu
itu adalah diperuntukkan untuk fresh graduate dari jurusan IT dan tidak
mementingkan pengalaman kerja. :p Kebetulan sekali untuk posisi
tersebut, malang adalah salah satu kota seleksinya. *v*
Apply di webkarir, kita
diminta untuk melengkapi form data data adminstratif, mulai dari data diri,
riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, foto diri, dll.
Di akhir form, ada
checkbox (centangan) yang meminta persetujuan kita, apakah kita mau ditawari
posisi selain posisi yang kita apply. Dan aku...mencentangnya xD
yang penting kerja ye.
Selang 10 hari setelah apply
melalui web karir, aku mendapatkan sms & email bahwa aku lolos seleksi
administrasi, dan diharapkan datang untuk mengikuti tahap seleksi selanjutnya,
yaitu Psikotes.
3. Tahap
Psikotes 1
Aku ingat sekali, Tahap
Psikotes ini aku ikuti hari selasa, 16 Mei 2017. Haha ini gapenting, abaikan.
Seperti umumnya para
pencari kerja, aku datang ke Kantor Bank B Malang Lt 4 hari itu menggunakan
setelah hitam putih dan sepatu pantofel. Ada sekitar 50 orang yang juga datang,
dan kebanyakan cewek.....cantik. --' kupikir kok orang IT tumben cantik2 semua
kaya gini.. kemudian ngaca 🙉. ternyata oh ternyata para wanita itu mengikuti
seleksi untuk program frontliner. Dan sisa sisa lelaki yang bisa dihitung jari
? jelas, mereka semualah yang daftar untuk IT.
Masuk ke ruangan tes,
ada ibu ibu yang menjelaskan regulasi tes hari itu. Dan dari situ dijelaskan,
ternyata ada 2 tahap Psikotes, Psikotes 1 dan Psikotes 2, dengan sistem gugur.
Jadi, jika tidak lolos tahap psikotes 1, langsung dipersilahkan untuk
pulang....
Psikotes 1 , berisi
berbagai macam tes, mulai dari tes hitungan soal matematika, deret angka,
menentukan sinonim dari beberapa kata, menentukan perbedaan kata, mencari pola
sebuah kubus, sama pola dari gambar2 abstrak gitu, dll. Intinya disini, kita di
tes baik mengenai penalaran, kemampuan verbal, logika dan daya memori kita.
Setelah macam macam tes
tsb, lanjut dengan Tes Pauli, atau biasa disebut tes koran.
Bayangkan...bayangkan...
satu lembar koran full size, isinya angka semua.. bolak balik...kecil kecil
pula. Dimana kita harus menjumlahkan tiap angka tsb satu persatu dengan
memperhatikan aturan dan intruksi. Dan menurutku di tahap psikotes, tes koran
ini juaranya. Paling juara bikin habis tenaga, bikin tangan pegel, otak capek
mikir. haha bikin down juga ketika lirik tetangga sebelah korannya udah dibalik
duluan...kitanya belum padahal. //.\\
Setelah tes pauli
berakhir, penguji akhirnya sadar.. sudah jam makan siang... dan para pencari
kerja di depan matanya sudah pegal pegal mulai telapak tangan sampai bahu.. dan
paling utama..kelaparan. Dipersilahkanlah kita untuk keluar ruangan dan menunggu
hasil psikotes 1.
Kurang lebih 15 menit
menunggu, pengumuman peserta lolos ditempel didepan pintu. Disitu yang lolos
akhirnya bisa menyantap makan siang gratis dan bernafas sejenak. Dan yang
kurang beruntung akhirnya pulang dengan perut kelaparan L
Nb. Padahal makan siangnya itu sudah disediakan loh, tapi
yang ga lolos gaada yang ambil. Itu masih menjadi rahasia.
Psikotes tahap 1 sudah berakhir, untuk selajutnya.....
Bersambung.
Haha


0 komentar