
Bukankah manusia dirancang untuk kesepian ?
Bahkan saat berada di keramaian,
kesepian bisa hadir mendampingi.
Mungkin Tuhan mencoba membiasakan,
karena pada akhir masanya, manusia hanya sendiri.
Kenapa mengejar ambisi duniawi ?
Ketika kebahagiaan hati yang ditukar
Berangkat pagi pulang malam mengejar gaji
Menumpuk lelah hati pikiran sampai mengakar
Kenapa aku diajarkan seperti ini ?
Membiarkan orang lain mengacungkan telunjuk mereka
Mengataiku tak pandai membawa langkah
Dan aku hanya diam
Mengiyakan membiarkan
Tak mau berterus terang menghentikan semua perkataan
Jujur saja, aku juga tidak tahu
Namun yang aku yakin hanya satu
Dia punya jalan, terbuka untukku, selalu
Mungkin terlihat saat ini aku sedang menyerah
Tapi aku yakin aku hanya sedang berpindah
Menemui kedamaian hatiku
Di tempat ibuku berpangku

